Legal Advocacy

  • Bantuan Hukum

    By Sammie Jarrett on Wednesday, 15 April 2015 - 4:16am
    Message type:
    Tags:

    OTW (Organisasi untuk Karya Transformatif) percaya bahwa karya penggemar sedayanya adalah penggunaan wajar yang bersifat kreatif dan transformatif. Oleh karena itu, kami akan melindungi karya penggemar secara proaktif dari eksploitasi komersil dan tantangan hukum. Bantuan ini tidak terbatas pada penggemar atau proyek yang berkaitan langsung dengan OTW saja.

    Pekerjaan kami meliputi:

    Davis versus Electronic Arts

    • Amicus Curiae, Davis v. Electronic Arts (PDF); diajukan pada tanggal 30 Januari 2015
    • Komite Hukum OTW, bersama dengan Electronic Frontier Foundation (EFF), mengajukan amicus curiae (komentar tertulis) untuk mencari peninjauan kembali dalam kasus Davis melawan Electronic Arts. Kasus ini menyangkut hubungan antara Amandemen Pertama, yang menjamin kebebasan berekspresi, dengan hukum publisitas dalam negara-negara bagian, yang membatasi penggunaan nama, kemiripan, dan persona. Resume ini memberikan pendapat bahwa Sirkuit Kesembilan Amerika Serikat harus meninjau kembali kasus ini karena keputusan akhir kasus ini tidak tepat dan merugikan para pembuat karya-karya ekspresif mengenai orang-orang di kehidupan nyata. Di bawah keputusan yang ada, laporan ini memberi pendapat bahwa “seorang seniman yang membuat sebuah karya mengenai tokoh nyata tidak terlalu tahu bagaimana sebuah pengadilan mungkin akan mengevaluasi kewajiban pencipta tersebut untuk memakai hal-hal yang identik dengan tokoh tersebut, terutama jika dia tidak yakin peraturan juridiksi yang mana yang dapat menguasai analisisnya. Laporan ini juga meminta pengadilan meninjau kembali kasus ini untuk melindungi para seniman yang ingin membuat penggambaran yang realistis dari tokoh-tokoh nyata, dan untuk melindungi kebebasan berekspresi secara kreatif dari hak-hak publik yang melampaui batas.

    Petisi kepada Kantor Hak Cipta untuk pengecualian DMCA untuk para pembuat remix nirlaba, 2014-2015

    OTW, bersama dengan Electronic Frontier Foundation ("EFF"), membuat dua permintaan pengecualian dengan Kantor Hak Cipta A.S. Petisi tersebut meminta pembaruan untuk pengecualian yang didapatkan dengan bantuan OTW pada 2009 dan 2012, berisi pemberian izin bagi para pembuat video untuk menembus enskripsi atas konten audiovisual yang disediakan lewat DVD dan layanan distribusi online untuk membuat video-video transformatif dan nirlaba. Tidak hanya meminta pembaruan untuk pengecualian-pengecualian tersebut, petisi OTW juga meminta penambahan lingkup pengecualian tersebut hingga kaset Blu-Ray.

    Pengumpulan Proposal untuk Esai Diskusi Pelanggaran Hak Cipta Daring dari Pemerintah Australia

    • Komentar dari OTW (PDF)
    • Komite Hukum OTW, bersama dengan Creative Commons Australia, menyumbangkan sebuah Proposal untuk Esai Diskusi Pelanggaran Hak Cipta Daring dari Pemerintah Australia pada tanggal 5 September 5 2014, untuk melawan proposal dari pemerintah Australia. Proposal tersebut memperluas definisi dari pertanggungjawaban "perizinan" oleh para penyelenggara jasa internet. Artinya, jika mereka tidak dapat menghentikan pelanggaran yang dilakukan pengguna perorangan, mereka bisa mengubah pengoperasian jasa mereka, misalnya dengan cara menghentikan akses internet untuk para tertuduh, atau dengan menyaring aktivitas pengguna.

    Capitol Records melawan Vimeo

    • Amicus Curiae, Capitol Records melawan Vimeo (PDF); dibuka pada tanggal 30 Juli 2014.
    • OTW bersekutu dengan Center for Democracy and Technology, New Media Rights, Electronic Frontier Foundation, dan Public Knowledge untuk mengajukan pernyataan pengadilan, yang meminta pengadilan federal untuk memblokir para label rekaman dalam usaha mereka melawan hukum federal pada kasus Capitol melawan Vimeo—sebuah kasus yang dapat membahayakan kebebasan berpendapat dan berinovasi serta situs-situs yang memuat keduanya.Khususnya, pengadilan menyebutkan material pelanggaran apa saja yang termasuk "bendera merah," yang akan mengharuskan layanan hosting untuk menghapus material tersebut tanpa peringatan. Pada pernyataan tersebut, OTW dan rekanannya memperdebatkan bahwa standar yang ditetapkan pengadilan akan memberi tuntutan yang tidak masuk akal bagi situs-situs yang memuat konten buatan pengguna, dan akan merendahkan pendapat berharga yang dilindungi oleh mandat penggunaan wajar.

    Cindy Lee Garcia melawan Google, Inc.,YouTubeLLC, dan lainnya, serta Nakoula Basseley Nakoula

    • Amicus Curiae, Garcia melawan Google (PDF); dibuka pada 25 November 2014.
    • Pada 12 November 2013, pengadilan membatalkan keputusan sebelumnya, serta memerintahkan Peninjauan Kembali kasus tersebut oleh seluruh jajaran pengadilan —tidak hanya panel tiga juri—di bulan Desember. OTW mengirimkan komentar tertulis baru, memperlebar lingkup pendapat OTW di Komentar sebelumnya.

    • Amicus Curiae, Garcia melawan Google (PDF); dibacakan 14 April , 2014.
    • Organisasi untuk Karya Transformatif bekerja sama dengan Floor64 (operator TechDirt) mengajukan komentar tertulis pada pengadilan. OTW meminta mereka untuk memertimbangkan kembali keputusan mereka dengan memperhatikan fakta bahwa meskipun keputusan tersebut dapat memberikan hasil yang sesuai dan faktual pada kasus ini, keputusan tersebut akan menciptakan hukum yang membahayakan kebebasan berekspresi di internet. Kasus ini melibatkan cakupan dan aplikasi dari ketetapan aman DMCA dan bagian 230 dari Communications Decency Act, yang membebaskan tempat host konten — seperti YouTube, Archive of Our Own - AO3 (Arsip Milik Kita), dan lain-lain — dari materi yang diunggah oleh para penggunanya.

    Komentar terhadap Komisi Uni Eropa

    • Komentar yang diajukan oleh OTW (PDF)
    • Pada Februari 2014, Komite Hukum OTW mendaftarkan OTW di Pencatatan Transparansi Uni Eropa dan mengirimkan sebuah pengajuan kepada Komisi Uni Eropa sebagai tanggapan atas permintaan komentar dari badan tersebut mengenai kemungkinan pembaharuan hukum hak cipta di Uni Eropa.

    Stephanie Lenz melawan Universal Music Corp., Universal Music Publishing, Inc., dan Universal Music Publishing Group

    • Amicus Curiae, Lenz melawan Universal (PDF); dibacakan pada 13 Desember 2013.
    • OTW bekerja sama dengan Public Knowledge dan International Documentary Association, yang diwakili oleh Stanford Fair Use Project dalam mengajukan testimoni ini. Komentar Tertulis tersebut menjelaskan bagaimana tuduhan-tuduhan akan penyalahgunaan hak cipta yang tak terbukti dapat merugikan hukum dan penggunaan wajar dengan cara mendokumentasikan penyalahgunaan berkesinambungan surat peringatan DMCA oleh pihak Universal. Undang-undang mengharuskan pengirim peringatan untuk menegaskan di bawah sumpah bahwa pemakaian tersebut tidak “diizinkan oleh hukum” dan memberikan sanksi atas penyalahgunaan yang dilakukan. Sebagai hasilnya, kami berargumen bahwa undang-undang mengharuskan pemegang hak cipta untuk memahami dengan benar tentang penggunaan wajar sebelum melayangkan surat peringatan di bawah DMCA—dan harus memberikan sanksi pada mereka yang menggunakan pendekatan “tembak duluan, tanya belakangan” seperti yang telah dilakukan Universal terhadap video Nona Lentz.

    Komentar terhadap PTO/NTIA

    • Komentar yang diajukan oleh OTW (PDF)
    • Pada bulan Oktober 2013, Kantor Administrasi Informasi dan Telekomunikasi Nasional Amerika Serikat (NTIA) beserta Kantor Hak Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (PTO) meminta komentar publik mengenai kebijakan hak cipta, termasuk batasan legal dalam pembuatan remix. Para pengacara kami menggunakan cerita dari para penggemar untuk menjelaskan kepada kedua badan tersebut, yang kemungkinan akan digunakan untuk mengajukan peraturan baru tentang hak cipta, mengenai mengapa setiap perubahan dalam undang-undang hak cipta harus memberikan kebebasan bagi pembuatan karya transformatif.

      Staf hukum OTW Rebecca Tushnet juga hadir dalam panel tentang Batasan Legal dalam Pembuatan Remix yang diminta untuk memberikan testimoni pada kedua badan tersebut sehubungan dengan komentar serupa yang dilayangkan pada 12 Desember 2013. (Rebecca memulai testimoninya pada menit :33)

    Fox Broadcasting Company, Inc., Twentieth Century Fox Film Corp., dan Fox Television Holdings melawan Dish Network L.L.C. dan Dish Network Corporation

    • Komentar Tertulis, Dish melawan ABC (PDF); dibacakan pada 24 Januari 2014.
    • Komentar Tertulis, Fox melawan DISH (PDF); dibacakan pada 24Januari 2013.
    • OTW, bersama dengan Electronic Frontier Foundation dan Public Knowledge mengajukan sebuah komentar tertulis yang menyatakan bahwa “Undang-undang Hak Cipta tidak memberikan kendali penuh kepada pemegang hak cipta seperti Fox atas penggunaan karya mereka. Pengadilan wilayah telah mengikuti preseden yang jelas dan peraturan yang berlaku saat mereka menemukan bahwa pengguna dari Dish’s Ad Hopper tidak melanggar hak ekslusif milik Fox, bahwa Dish tidak bertanggung jawab atas pemakaian oleh para penggunanya, dan bahwa Fox tidak mendapatkan kerugian yang berarti. Persidangan harus menegaskan tata tertib peradilan wilayah, tetapi juga mengklarifikasi bahwa peniruan tingkat menengah yang dilakukan oleh Dish masih termasuk penggunaan wajar.

      Petisi kepada Badan Hak Cipta untuk Memperbaharui Pengecualian DMCA untuk para pembuat remix non-komersil, 2011 - 2012

      • Komentar dari Electronic Frontier Foundation (PDF), diajukan pada 2 Desember 2011. Anggota OTW Rebecca Tushnet, Rachael Vaughn, dan Francesca Coppa bekerja sama dengan EFF untuk mengajukan sebuah proposal guna memperbaharui dan memperluas pengecualian DMCA bagi para pembuat remix non-komersil.
      • Tanggapan Atas Nama Organisasi untuk Karya Transformatif (PDF), sebagai dukungan atas pengajuan pengecualian DMCA untuk para pembuat video penggemar dan pembuat remix lainnya; diajukan 2 Maret 2012. Anggota staf hukum OTW Rachael Vaughn dan Rebecca Tushnet bekerja dengan anggota bagian Hukum dan vidding untuk memberikan tanggapan sebagai dukungan atas proposal EFF; EFF juga memberikan Komentar Jawaban (PDF) mereka untuk mendukung berbagai pengecualian DMCA, termasuk pengecualian untuk pembuat remix non-komersil.
      • Persyaratan Penggunaan Wajar Video yang sudah direvisi, termasuk di dalamnya perbandingan antara footage yang diambil dari DVD dan footage dari screen capture.
      • Francesca Coppa, Rebecca Tushnet, dan Tisha Turk bersaksi di hadapan the Library of Congress pada 4 Juni 2012. Tisha Turk menunjukkan bukti dalam Galeri Gambar pertama kami yang mendemonstrasikan perbedaan kualitas antara sumber dari DVD dengan screen capture.
      • Tanggapan atas bukti DVD CCA yang mendukung screencapture, diajukan pada 2 Agustus, 2012; silakan lihat set kedua dari bukti di
        Galeri Gambar Kedua.

      Ryan Hart melawan Electronic Arts, Inc.

  • OTW Legal Comments on Audio Takedowns

    By Kirsten Korona on Monday, 2 March 2015 - 6:04pm
    Message type:

    Banner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    Recently, there have been concerns about accounts being terminated on Tumblr if a user has made audio posts that allegedly infringe on existing copyright. The OTW is concerned by reports of this practice being applied to users who have made posts which fall under Fair Use. Read on for an explanation of the situation and instructions on what you can do if you feel your account has been terminated in error.

    What's Going On?

    There's a lot of information going around about this situation. A FAQ post has been circulating which attempts to explain the situation, along with a script to help users locate audio posts they've made and a description of how one user had their account restored after termination. It's difficult to be certain about a lot of the details, though. Tumblr's Terms of Service state that they "may immediately terminate or suspend Accounts that have been flagged for repeat copyright infringement," and their policy for the past few years has reportedly been to terminate accounts that accrue 3 DMCA takedowns within 18 months, though they are not legally required to operate this way.

    However, it appears that accounts are being terminated without investigating the possibility that posts fall under Fair Use, even though this has been a legal requirement in the US since 2008. Fair Use exemptions ensure that the use of media for the purpose of commentary, criticism, education, or transformative works, such as fanworks, is considered legitimate and non-infringing. Reportedly, on Tumblr, there have been no Digital Millennium Copyright Act (DMCA) takedown notices issued prior to the termination of many accounts, and thus users have not been given an opportunity to claim the legitimacy of their posts under Fair Use legislation prior to having their accounts terminated. However, we have also heard reports that some users have been able to successfully argue against one or two of the strikes and have their blogs reactivated.

    Restoring Wrongfully Terminated Accounts

    So what can you do if you feel your account has been terminated in error? Tumblr outlines in section 20 of its Terms of Service the procedure to follow for submitting a DMCA counter-notification, which is also the procedure that should be used to contest termination for copyright infringement without the receipt of a takedown notification. The procedure is as follows:

    If you believe you are the wrongful subject of a DMCA notification, you may file a counter-notification with Tumblr by providing the following information to the Designated Agent at the address below:

    • The specific URLs of material that Tumblr has removed or to which Tumblr has disabled access.
    • Your name, address, telephone number, and email address.
    • A statement that you consent to the jurisdiction of Federal District Court for the judicial district in which your address is located (or the federal district courts located in New York County, New York if your address is outside of the United States), and that you will accept service of process from the person who provided the original DMCA notification or an agent of such person.
    • The following statement: "I swear, under penalty of perjury, that I have a good faith belief that the material was removed or disabled as a result of a mistake or misidentification of the material to be removed or disabled."
    • Your signature.

    Designated Agent
    Tumblr, Inc.
    35 East 21st St, 10th Floor
    New York, NY 10010
    Attn: Copyright Agent
    Fax: +1 (646) 513-4321
    Email: dmca@tumblr.com
    Copyright notice form: http://www.tumblr.com/dmca

    Upon receipt of a valid counter-notification, Tumblr will forward it to Notifying Party who submitted the original DMCA notification. The original Notifying Party (or the copyright holder he or she represents) will then have ten (10) days to notify us that he or she has filed legal action relating to the allegedly infringing material. If Tumblr does not receive any such notification within ten (10) days, we may restore the material to the Services.

    Further to this, we recommend reading the Electronic Frontier Foundation's report Who's Got Your Back?, which includes a lot of information about widely-used online companies’ “objectively verifiable, public policy statements” regarding copyright DMCA notices and counter-notice procedures.

    This information was adapted from a post written by OTW Legal staffer Heidi Tandy on the fyeahcopyright tumblr. Permission was given but was not actually necessary as this write-up is a Fair Use of that content.

  • 10 Fair Use Misconceptions

    By Kiri Van Santen on Wednesday, 25 February 2015 - 7:29pm
    Message type:

    This is Fair Use Week 2015 in the U.S. which takes place from February 23-27. The event is held to raise public awareness of the importance the rights of individuals, nonprofits like schools and libraries, and even corporations like Google and The New York Times have when it comes to copyright. Today we're following up on yesterday's post which explained how Fair Use works in the U.S. - and we're looking at some misconceptions about Fair Use.

    Fair Use is a kind of infringement, right?

    Nope! Fair Use is a lawful use of copyright. That's what the law says, and it's also what the Northern District of California said in the case of Lenz v. Universal Music back in 2008. If your new work is a Fair Use of someone's copyrighted work, you're not infringing on that work. Also, fair use isn't a license; the whole point is that you don't need the copyright owner's permission. (Just imagine if a copyright owner had to grant permission every time someone created a parody that was critical of the original - they probably wouldn't!)

    If a site has ads, nothing I put on there can be Fair Use, right?

    Nope! For two reasons. First, while many hosting sites are moneymaking ventures, that doesn't mean that the people posting their works there are engaged in commercial use. People who post their fanworks on YouTube aren't making money from those works - if anyone is, it's YouTube or their advertisers. (But as a reminder, the AO3 is entirely nonprofit and noncommercial, and is dedicated to providing a platform for fanworks with no ads.)

    Second, even if someone is engaged in a moneymaking venture, they still might be engaged in Fair Use. While the commercial aspects of a project are one of the factors a court looks at when determining if a use is Fair Use, it's not the only factor. So while the Organization for Transformative Works is a nonprofit, and our legal advocacy team focuses on noncommercial works, we do want to note that commercial works can also be noninfringing because of Fair Use.

    As noted copyright expert Judge Pierre Leval of the Second Circuit stated last year in arguments regarding whether Google Books' scans of entire books was a Fair Use, “The classic fair use cases are commercial. I would be surprised if [one is] going to win by pleading that Google, like the New York Times, is a profit-making enterprise.” In fact, US courts have found many commercial uses to be fair. One example of a commercial work found to be fair use is the (commercially published) book The Wind Done Gone, which retold the story of Gone with the Wind from the perspective of the slave characters. A more recent example was addressed in 2013 in the case of Cariou v. Prince; in that case, artist Richard Prince purchased a book of photos by Patrick Cariou, and painted over the photographs, selling his "appropriative" art at prices in the many thousands of dollars. (In fact, some sold for two million dollars or more.) The court found that most of Prince's works were Fair Use.

    Fair Use only covers uses that criticize or comment on the original copyrighted work, right?

    Nope! Although criticism and commentary are among the types of fair use described by the statute, U.S. courts have held that a work need not comment on the original in order to be transformative. In Cariou v. Prince, the court said that "a secondary work may constitute a fair use even if it serves some purpose other than ... criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research." In other words, Prince's art was so transformative of Cariou's photographs that Prince's follow-on works were noninfringing because of the Fair Use doctrine. Cases about mass digitization projects like Google Book Search have found transformativeness even when copyrighted works are copied into a database without any commentary or criticism. In the case of Author's Guild v. Google, for example, the court explained that Google Book Search was transformative because it transformed the purpose of the digitized books--for example, by allowing large-scale data searching, preserving out-of-print books, and making books available for print-disabled users--even without transforming their meaning.

    So Fair Use only applies to transformative works, right?

    Nope! Fair Use allows newspapers to quote books, films, and yes, fanworks, for purposes of news reporting, commentary and criticism. Fair Use also covers certain uses for educational purposes, like when teachers assign little kids to write their own ending to a tv show or film, or show clips from a film in a media analysis class, or make copies of a page or two of a book for classroom use. Fair Use is one reason why the backgrounds of films and tv shows can include book covers, and why songs on the radio can mention copyrighted comic book characters. It doesn't cover a university tv station showing films over its network during finals, though.

    My use will be Fair Use if I use a disclaimer identifying the original creator and saying I don't own it, right?

    Not necessarily! In fact, attribution isn't part of the Fair Use analysis. So something that's Fair Use will be Fair Use regardless of whether it has a disclaimer - and a disclaimer won't help a copy that isn't Fair Use (like uploading an entire copyrighted movie for others to share and watch, see below). That doesn't mean that fans should stop putting disclaimers on their fanworks - it's a good ethical practice, and it honors those who created the original works that fans love so much - but it isn't something courts are likely to consider in determining whether something is Fair Use. Also, though you definitely don't need to add a note to your work about it being Fair Use (remember, it's not a license!), it never hurts to explain ahead of time why you think it might be.

    If a site that's not as enlightened as AO3 takes my fanworks down, there's nothing I can do, right?

    Nope! Most sites that operate in the US have what's called a Digital Millennium Copyright Act (DMCA) policy - the AO3 has one, too. Generally, they require a copyright claimant who wants someone else's work to be taken down to submit a pledge that they own the copyright in a specific work, and their copyright in that work has been infringed. Some courts have held that copyright owners are supposed to conduct a Fair Use analysis before issuing a takedown notice, but oftentimes, they don't bother, or they use a rigid matrix. And sometimes sites don't conduct that Fair Use analysis either--they just take the content down. So the Copyright Act also provides for a counter-notice process (17 U.S.C. § 512(g)) where the person whose work was taken down has a chance to demonstrate to the site that the work is noninfringing - usually because it's Fair Use. At that point, the claimant can argue to the site that Fair Use doesn't apply, or realize that huh, it does! In reality, the final decision usually rests with the site or server company hosting the content, but the counternotice process at least provides for an opportunity to respond to someone else's copyright claim. And if you get a takedown notice for a noncommercial transformative work and want help understanding the counter-notice process, you can get in touch with OTW's legal team.

    Fair Use means I can upload films and tv shows and songs and entire books for others to download in their entirety, right?

    Nope! Or, at least, most of the time, nope. There are some exceptions, such as where the content is in the public domain (see below), or is the subject of a Creative Commons license or another license for a specific use like the kind we have here on AO3 that allows readers to download stories onto their e-readers, accessible via a password-and-license process for educational or other specific purposes. (Or if you're Google, creating Google Book Search, as we've described above--but you're probably not!) If you've done something transformative with it before you share your follow-on work, it may be Fair Use, but putting someone else's film or album or novel or webisode onto a torrent or server usually doesn't qualify. (But you're not the only one with this question; Mark Ruffalo wondered about it last year, too.)

    Fair Use is some newfangled thing made up by fandom lawyers and fanfic writers who want to play with someone else's characters and stories, right?

    Nope! Fair use has been part of the U.S. Copyright statute for many decades, and existed in the common law long before that. In a case called Folsom v. Marsh in 1841, Justice Story set out a summary that's been quoted, cited, paraphrased and made the subject of follow-on works for over 170 years: "We must often . . . look to the nature and objects of the selections made, the quantity and value of the materials used, and the degree in which the use may prejudice the sale, or diminish the profits, or supersede the objects, of the original work."

    Fair Use is why I can use things in the public domain, right?

    Nope. Works that were originally published in the U.S. before 1923 and works created by the U.S. Government (and a few more categories, but those two are the most common) are in what's known as the "public domain," which means that they aren't protected by copyright law at all. Films, songs, stories, plays, poems, essays, art, books and other works in the public domain can be used by anyone for any purpose because they're not protected by copyright. It's fair to use them, but follow-on works inspired by things in the public domain aren't literally Fair Use situations. As the Seventh Circuit said last summer in Klinger v. Conan Doyle Estate, "When a story falls into the public domain, story elements—including characters covered by the expired copyright—become fair game for follow-on authors."

    Fair Use is a worldwide concept, right?

    Alas, nope. Fair Use is a U.S. doctrine, although a number of other countries have similar laws. If you're outside the U.S., the law that applies to you may be significantly different than what we've described here. Regardless, no matter where you are, Fair Use law matters to you if you're posting your works on U.S. sites or if you're using source material owned by U.S. copyright holders.

    We're here to help! If you have questions about fair use and fanworks, feel free to contact our legal team.

  • OTW Supports Fair Use Week

    By Claudia Rebaza on Tuesday, 24 February 2015 - 5:50pm
    Message type:

    This is Fair Use Week 2015 in the U.S. which takes place from February 23-27. The event is held to raise public awareness of the importance of maintaining their rights when it comes to copyright. Many law schools, the Association of College and Research Libraries, as well as organizations involved in fair use activism are taking part. Some campuses will have live panels, webcasts or other special events and organizations will be releasing their own blog posts as well as contributing to a Fair Use Week Tumblr blog.

    We at the OTW talk a lot about how fanworks are legal under U.S. copyright law. The OTW FAQ explains that this is because U.S. copyright law is limited by the doctrine of “fair use,” which protects free expression by giving people the right to use copyrighted material in certain ways without getting permission or paying. But what does “fair use” actually mean, and why does the OTW believe that fanworks are fair use?

    Knowing the Facts

    Fair use is defined by section 107 of the U.S. Copyright Act. The law provides an exception to the rule that copyright holders have an exclusive right to make and authorize derivative works—that is, works that are based upon their copyrighted works.

    The law explains that it may be fair to use copyrighted material for certain uses, such as criticizing or commenting on the original, and provides a list of four factors to consider in determining whether a particular use is allowed: (1) the purpose and character of the use, including whether such use is of a commercial nature or is for nonprofit educational purposes; (2) the nature of the copyrighted work; (3) the amount and substantiality of the portion used in relation to the copyrighted work as a whole; and (4) the effect of the use upon the potential market for or value of the copyrighted work. Courts generally balance all four factors in deciding whether something is fair use--no single factor determines the answer.

    The Four Factors

    Fanworks generally fit well within these four factors. Here’s how:

    (1) the purpose and character of the use, including whether such use is of a commercial nature or is for nonprofit educational purposes

    This factor incorporates two important traits of fanworks. First, fanworks are noncommercial—that is, the fans making them aren’t selling them or otherwise making money from them. Although some transformative works are sold (and the media has recently given more attention to the commercialization of fanworks through services like Kindle Worlds), that isn’t what most fanwork creators are looking to do. Most fans want to share their creative work with their fan communities without thinking about commercial gain.

    Second, fanworks are transformative. In the case of Campbell v. Acuff-Rose, the U.S. Supreme Court explained that this first factor asks whether the new work “adds something new, with a further purpose or different character, altering the first with new expression, meaning or message; it asks, in other words, whether and to what extent the new work is ‘transformative.’” Transformative uses are favored in the fair use analysis. The Supreme Court explained that transformative works “lie at the heart of the fair use doctrine’s guarantee of breathing space within the confines of copyright,” and “the more transformative the new work,” the more likely it is to be fair. For this reason, courts usually find that when a work is transformative, it is not infringing.

    (2) the nature of the copyrighted work.

    This factor doesn’t have much to do with fanworks either way. It deals with whether the original work was published rather than secret, and whether the original work was factual rather than fictional. Fair use is more likely to be found when the original work was public and/or factual than when it was unpublished and/or fictional. Since most fanworks are made from published works rather than unpublished or secret ones, this factor generally weighs in favor of fair use, but the fictional nature of many fanworks' source material weighs in the other direction. Regardless, it is usually not a factor that courts tend to place heavy weight on unless the original copyrighted work was unpublished or factual. As the Supreme Court poetically put it in the Campbell case: the factor "is not...ever likely to help much in separating the fair use sheep from the infringing goats in a parody case, since parodies almost invariably copy publicly known, expressive works." This is as true for fanworks as it is for parodies.

    (3) the amount and substantiality of the portion used in relation to the copyrighted work as a whole

    How this factor applies will vary widely from fanwork to fanwork, but most fanworks only take parts of the original work, and relatively small parts at that. Fan fiction, for example often just uses characters, settings, or moments from a work, and recasts them into something new. (This factor, by the way, is one reason why the AO3 does not allow reproductions of entire copyrighted works without the consent of the copyright owner.) Sometimes fanworks rely on important parts—key characters or moments in a work—but courts have found fair use even when someone has used a “qualitatively important” part of a work.

    (4) the effect of the use upon the potential market for or value of the copyrighted work.

    This factor focuses on whether the derivative work serves as a market replacement: will people use it instead of buying the original copyrighted work? Here again, fanworks are favored. Not only do they not harm the market for the original—they often help it. Fans tend to spend a lot of money on on the original work and associated merchandise, and encourage others to buy also. They are not competing with the original creator's work, and if anything help to promote it.

    The OTW's Role

    The OTW is committed to advocating for fans and preserving the principle that fanworks are fair use. In 2012, the Copyright Office, relying partly on material that the OTW submitted, cited fan videos as examples of fair use that the law should permit. More recently, the OTW used stories submitted by fans to explain to the U.S. government why any change in copyright law should favor the freedom to make transformative works.

    We’re here for you! If you have questions about fair use and fanworks, feel free to contact our legal team.

  • القضية ضد ترخيص أعمال المُعجبين

    By Ridicully on Thursday, 27 November 2014 - 11:08am
    Message type:

    lBanner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    مع زيادة شهرة أعمال المُعجبين و مع زيادة شيوع فكرة أبتكار أعمال المُعجبين، فشرعية أعمال المُعجبين أصبحت قضية أكثر تداولاً في قصص وسائل الإعلام و مشاركات البلوج. البعض من هذه القصص يعكس مفاهيم قد تكون مغلوطة أو خاطئة تماماً عن القانون الأمريكي لحقوق النشر و التأليفة.

    الكُتاب — خاصةً هؤلاء الذين ألقوا الضوء على أخر الأمثلة من أعمال المعُجبين "ذات الطابع التجاري" — قاموا بتجاهل أو لم يقوموا بالتأكيد على مبدأ الإستعمال العادل لحقوق النشر و التأليف، أو قاموا بالبحث عن طرق لدمج عملية إنشاء أعمال المُعجبين مع أسواق الميديا. واحدة من المجازات الشائعة، حالياً، كانت من خلال إقتراح أنه يمكن أو ينبغي منشئ أعمال المُعجبين أن يقوموا بالحصول على رخص قبل إنشاء أعمال مُعجبين. على كل حال، يقولون، فالعديد من الكُتاب و منشئ الميديا الآخرين إستطاعوا إكتشاف القيمة الإيجابية لأعمال المُعجبين، و سيكونون سعداء لأعطاء السماح للمُعجبين لإنشاء أعمال المُعجبين. و لهذا لماذا لا يتواجد أنظمة تصاريح أكثر لأعمال المُعجبين، حيث يصبح في إمكان حاملي حقوق النشر و التأليف إعطاء الإذن للمُعجبين لإنشاء أعمال المُعجبين، حيث يكون هذا ربما من خلال الحصول على رسوم أو نصيب من العائدات إذا أراد المُعجبين تسويق أعمال المُعجبين خاصتهم؟ة.

    لذا لما لا — لأن الترخيص ليس ضرورياً قانونياً و ليس مُرحباً به من قبل المُعجبين أو ثقافة المُعجبين للعديد من الأسباب.ة.

    الترخيص ليس ضرورياً، خاصةً للمُعجبين الذين لا يرغبون في تسويق أعمال المُعجبين خاصتهم.

    مبدأ حقوق النشر و التأليف الأمريكي للإستعمال العادل يُفضل الأعمال التحويلية الغير تجارية. فمبدأ الإستعمال العادل هو إستثناء لإنتهاك حقوق النشر و التأليف، و يتيح للناس الحق في إنشاء أعمالهم مستندة على أعمال محفوظة الحقوق دون المساس بحقوق النشر و التأليف. المعايير التي يتم تقديرها لمعرفة إذا كان العمل إستعمالاً عادلاً — يعني، ليس إنتهاكاً — تتضمن التحقق إذا كان هذا العمل يقوم بتحويل المعنى أو الغرض من العمل الأصلي، إذا كان العمل تجارياً أو غير تجاري، ما مقدار المحتوى الأصلي الذي يقوم بنقله، و إذا كان يعد بديلاً في السوق للعمل الأصلي. و لأن الجدوى التجارية للإستعمال هي إحدى المعايير في تحليل الإستعمال العادل، فالمُعجبون الذين يرغبون في تحصيل المال من أعمالهم يواجهون صعوبات قانونية أكثر، و لكن إذا لم تشكل أعمالهم منافسة في السوق مع العمل الأصلي، فيمكن إعتبارها إستعمال عادل. و لكن الأعمال التحويلية الغير تجارية — كالتي يتم إستضافتها على AO3 – Archive of Our Own (الأرشيف من جانبنا)، على سبيل المثال — فهي محمية من الإنتهاك بمبدأ الإستعمال العادل.ة.

    لترخيص يفتح الطريق للرقابة.

    الترخيص يتطلب إما الحصول على إذن من صاحب الحقوق، أو إيجاد عمل يتماشى مع مجموعة من الأذونات التي قام المُنشأ بوضعها. في مشاركة سابقة، قمنا بمناقشة كيف يتيح نظام الترخيص ل Kindle Worlds ل
    Amazon أن تقيد ما يقوم المُعجبون بإنشاءه في هذا السياق، و هذا فقط مثال واحد. فأعمال المُعجبين تتيح للمُعجبين التعبير عن أشياء لم يقم الكاتب الأصلي بالتعبير عنها، و حتى حاملي الحقوق الودودون قد لا يتفقون مع ما قد يرغب المُعجبون في إنشاءه. قد تكون بعض مخططات الترخيص تريد "أن يحتفل المُعجبون بالقصة بالطريقة التي هي عليها،" و عدم إستكشاف طرق قد تكون مختلفة. و لكن هذا يسلب الحرية التي تجعل أعمال المُعجبين مفعمة بالحيوية، مبتكرة، و قد تصل لحد إنتقاد الأعمال الأصلية في النهج التي سلكته إتجاه الميول الجنسية، العرق، السياسة، أو أياً من المواضيع الأخرى.ة.

    لترخيص يقوم بالتميز ضد ذوي الإحتياجات المنخفضة

    الترخيص عموماً يحتوي أيضاً على تبادل مالي — الدفع لحامل الحقوق، تقاسم العائدات، أو تطبيق طرق دفع أخرى لحامل الحقوق سواء كان لكل عمل أو الأعمال التي تلبي معايير معينة (مثلا الوصول لنجاح مالي محدد مسبقاً). حتى الرسوم الرمزية من الممكن أن تشكل عائق لتحقيق هذا الهدف و الذي قد يكون غير مناسب للمُعجبين قليلي الموارد المالية، المُعجبين صغيري السن، و الفنانين المبتدئين و الفقراء، و الكثير من الذين يعتمدون على أعمال المُعجبين لصقل حرفهم.ة.

    الترخيص يخلق عائق نفسي و عملي أمام عملية خلق أعمال المُعجبين

    كما قالت ريبيكا توشنت رئيسة اللجنة القانونية ل OTW (منظمة الأعمال التحويلية) لسنوات، الإبتكار هو غالباً تلقائي و غير متوقع، و إذا توجب على الناس طلب إذن قبل الشروع في كتابة ٥٠٠ كلمة عن هاري بوتر، سيقومون بتنفيذ خطط أخرى. و هذا يعنى أن الكثير من أعمال المُعجبين لن يتم إنشأها تحت نطاق نظام الترخيص. هذا الحاجز يعد أقوى بالنسبة للمُعجبين صغار السن و هؤلاء الذين يشككون في سلطاتهم السياسية و التعبيرية — أولئك الذين يستخدمون أعمال المُعجبين لإستكشاف أنفسهم، التحدث للثقافة، أو الإستفادة من دعم مجتمعات المُعجبين.ة.

    الترخيص يقوض ثقافات المُعجبين

    الترخيص يدعو لفكرة تسويق أعمال المُعجبين و يقوض فكرة "الإقتصاد المجاني" الذي يجمع المُعجبين مع بعضهم. فهو يجعل عملية خلق أعمال المُعجبين صفقة أكبر من كونها مجرد محادثة، و يشوش النظام البيئي الخاص بالمُعجبين.ة.

    الترخيص يؤذي القانون

    أخيراً، و المهم، فإن إنتشار فكرة الترخيص لبعض أنواع أعمال المُعجبين قد تؤدي لتشوية المفاهيم الخاصة بمبدأ الإستعمال العادل، و الذي بصراحة (الأهم لحرية التعبير!) يستثني الإستعمال العادل من عملية الترخيص و متواجد بالفعل لتوفير مساحة لعملية خلق أعمال المُعجبين. بعض المحاكم قامت بإيضاح أنه عند تواجد سوق الترخيص، سيكون الفشل في الحصول على رخصة السبب في إعتبار الإستعمال غير عادل. و لكن حتى عند تواجد سوق الترخيص — كما رأينا في الأعلى — فلا يوفر هذا النوع من الحرية التي صُمم الإستعمال العادل لتوفيره.ة.

    هذه فقط هي بعض التفسيرات لماذا لا تدعم OTW الحركة إتجاه ترخيص أعمال المُعجبين. للمزيد حول رؤية OTW عن الهيكل القانوني لأعمال المُعجبين و سلبيات تطبيق نظام الترخيص، قم بالإطلاع على الوثيقة التي أنتجنها (بالإنجليزية) حيث نلقى الضوء على أهمية حدوث تغيير في قانون حقوق النشر و التأليف إذا كان هذا التغيير يدعم الحرية لجعل الأعمال تحويلية.ة.

    لجنة OTW القانونية تعمل لصالح المُعجبين و الفاندوم للتأكد أن أصواتنا يتم التعبير عنها و يتم تمثيلها في المناقشات حول إعادة تشكيل حقوق النشر و التأليف و هم متوفرون للإجابة على أسئلة المُعجبين الفردية.ة.

  • OTW Legal Files New Amicus Brief in Garcia v. Google

    By Claudia Rebaza on Wednesday, 26 November 2014 - 7:30pm
    Message type:

    Banner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    In April, OTW's legal team filed an amicus brief in Garcia v. Google. In that brief, we asked the U.S. Ninth Circuit Court of Appeals to re-hear the case, which dealt with the internet "safe harbor" provisions that protect intermediaries (like YouTube and the AO3) from liability for user-created content. A three-judge panel of the court had issued a ruling that ignored these safe harbors and imposed liability on Google for material that its users posted. As we noted then, it was a case of "bad facts make bad law," since the plaintiff -- an actress tricked into taking part in the film Innocence of Muslims -- has good reason to want the film taken down. But in creating what might have seemed a just result in that case, the panel disrupted Congress's intent in passing the safe harbor laws and created potentially chilling risks to free speech.

    We succeeded! On November 12, 2014, the court ruled that its previous decision was void, and ordered that the case would be re-heard by the entire court--not just a three-judge panel--in December. The OTW has filed a new amicus brief in the case, expanding on the arguments we made in our original brief. As we explained in our filing, the court should interpret the safe harbors broadly enough to provide safety for content hosts, because that safety is what permits content hosts like the AO3 to exist. If hosts were vulnerable to lawsuits over user-created content, it would allow censorship to flourish and create an environment in which many intermediaries could no longer afford to continue operating. As we argued: "when intermediaries’ immunity is not robust, the vibrant marketplace of ideas they enable is compromised."

    We will keep you informed as the case progresses. Our brief is available in PDF on the Legal Project page, along with all our filings, on the OTW website.

  • Caso contra licenciar obras de fans

    By Ridicully on Thursday, 6 November 2014 - 8:27pm
    Message type:

    lBanner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    Ahora que las obras de fans se han vuelto más populares y el concepto de obras creadas por fans se ha vuelto más conocido, la legalidad de estas obras se ha vuelto un asunto popular para espacios mediáticos y publicaciones en blogs. Algunas de esas historias reflejan entendidos de la ley de derechos de autor en Estados Unidos que son vagos o simplemente erróneos.

    Las personas que escriben - particularmente aquellxs enfocadxs en recientes ejemplos de obras de fans “comercializadas” - ignoran, minimizan la doctrina de derechos de autor sobre el uso legítimo o buscna formas de combinar obras creadas por fans con mercados mediáticos. Un cliché común ha sido últimamente el sugerir que lxs creadorxs de obras de fans pueden, o deberían, obtener licencias antes de crear obras de fans. Después de todo, defiende el argumento, muchxs autorxs y otrxs creadorxs de media reconocen ahora el valor positivo de las obras de fans y estarían encantadxs de otorgar permisos a lxs fans para crear obras. Así que ¿por qué no hacer más regímenes de licencias para obras de fans, donde lxs dueñxs de los derechos de autor den permiso a lxs fans para hacer obras, quizás a cambio de una comisión o una parte de las ganancias de lxs fans si ellxs desean comercializar sus obras?

    Aquí tenemos un número de razones de por qué la concesión de licencias ni es legalmente necesario ni es favorable para lxs fans o la cultura de fans

    Licenciar es innecesario, especialmente para fans que no quieren comercializar sus obras.

    La doctrina de derechos de autor sobre el uso legítimo en Estados Unidos favorece a las obras transformativas no comerciales. La doctrina del uso legítimo es una excepción a las infracciones de derechos de autor y provee a las personas con el derecho a basar sus obras en obras ya registradas sin faltar a los derechos de autor. Los factores considerados para determinar que una obra es de uso legítimo - osea, no una infracción - incluyen si ésta obra transforma el sentido o el propósito del original, si es comercial o no comercial, qué tanto copia de la original y si la obra sirve como un reemplazo comercial del original. Porque la comercialidad del uso es una consideración en el análisis de uso legítimo, lxs fans que desean hacer dinero de sus obras fandomeras se enfrentan a una pregunta legal más difícil, pero si sus obras no crean competencia comercial con el original, aún podría constituir uso legítimo. Pero las obras transformativas no comerciales - del tipo que se alojan en Archive of Our Own – AO3 (Un Archivo Propio), por ejemplo - son generalmente protegidos de las infracciones a la doctrina de uso legítimo.

    Licenciar invita a la censura.

    La concesión de licencias requiere, ya sea buscar permiso de lxs dueñxs de los derechos o crear una obra en línea con una serie de permisos que lxs creadorxs hayan presentado. En una publicación pasada, discutimos el cómo el sistema de licencias de Kindle Worlds le permite a Amazon el restringir qué pueden crear lxs fans en esa estructura y ese es solo un ejemplo. Las obras fandomeras proveen un medio para que lxs fans expresen cosas que lxs creadorxs originales no hacen y aun lxs dueñxs de derechos más amigables con lxs fans puede no gustarles lo que cada unx de sus fans quiere crear. Un esquema de licencias puede querer que lxs fans “celebren la historia de la forma que es”, no explorar maneras diferentes de hacerla. Pero eso quita la libertad que hace de las obras de fans algo tan vibrante, innovador e incluso potencialmente crítico de la perspectiva de obras originales que tienen que ver sobre la sexualidad, raza, política o cualquier otro tema.

    Licenciar discrimina contra aquellos con bajos recursos.

    La concesión de licencias generalmente involucra un intercambio financiero - pagar los derechos de lxs dueñxs de estos, compartir ganancias o deberle algún otro tipo de pago a lxs dueñxs de los derechos ya sea por todas sus obras o por obras que cubren ciertos criterios (tales como alcanzar un nivel predeterminado de éxito financiero). Aun una pequeña comisión crea una barrera creativa que podría ser particularmente perjudicial para fans con pocos recursos financieros, fans jóvenes y artistas ajustados de dinero que apenas empiezan, y de los cuales muchxs dependen de la creación de sus obras de fans para solventar su arte.

    Licenciar crea barreras prácticas y psicológicas para la creación de obras de fans.

    Como parte del comité legal de la OTW (Translation of Organization for Transformative Works) Rebecca Tushnet ha estado diciendo por años que la creatividad es frecuentemente espontánea e impredecible y si la gente debe pedir permiso antes de escribir 500 palabras sobre Harry Potter, entonces decidirán hacer otra cosa. Esto significa que muchas obras de fans simplemente no se realizarían bajo un sistema de licencia. Esta barrera a la creación es especialmente fuerte para lxs artistas jóvenes y para aquellos que dudan de su poder político y de expresión - esa misma gente es la que usa más frecuentemente las obras de fans para descubrirse a sí mismo, discutir su cultura y beneficiarse del apoyo de las comunidades de fans.

    Licenciar desgasta la cultura de fans.

    La concesión de licencias invita a la comercialización de obras fandomeras y desgasta la “economía del regalo” que reúne a lxs fans. Eso hace de la creación de las obras de fans más una transacción que una charla y eso afecta al ecosistema fandomero.

    Licenciar daña la ley.

    Por último, y importante, la existencia de concesión de licencias generalizada para ciertos tipos de obras fandomeras podría afectar a la percepción de la doctrina de uso legítimo, la cual de forma explícita (¡y de gran importancia para la libre expresión!) exenta al uso legítimo de la necesidad de dar licencias yya existe para proveer de un espacio para la creación fandomera. Algunos tribunales sostienen que cuando un mercado de concesión de licencias existe, el fallar para obtenerla hace de dicho uso algo no tan legítimo. Pero aun con la existencia de mercados de concesión de licencias - como vimos arriba - estos no proveen la clase de libertad que la doctrina de uso legítimo está diseñada para proporcionar.

    Esas son algunas formas de ilustrar el porqué la OTW no apoya un movimiento hacia la concesión de licencias de obras fandomeras. Para saber más sobre la opinión de la OTW sobre el marco legal para las obras fandomeras y los inconvenientes de los regímenes de licencias, mira el documento que produjimos (en inglés) refiriendo el porqué cualquier cambio en la ley de derechos de autor debería favorecer la libertad de hacer obras transformativas.

    El comité legal de la OTW trabaja en representación de lxs fans y el fandom para asegurar que nuestras voces sean representadas en discusiones sobre reformas de derecho de autor y está disponible para responder individualmente preguntas de fans.

  • Argument emot licenser för verk av fans

    By Ridicully on Thursday, 6 November 2014 - 8:24pm
    Message type:

    lBanner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    Sedan verk av fans blivit allt mer populära och hela konceptet med att skapa olika typer av verk blivit mer mainstream så har den lagliga aspekten på fans verk blivit ett populärt ämne för artiklar och bloggposter. En del av dessa inlägg visar dock på en förståelse för amerikansk upphovsrättslag som är grumlig eller rent av felaktig. Författare — särskilt de som fokuserar på de exempel på “kommersialiserade” verk av fans som uppkommit på senare tid — ignorerar eller förminskar betydelsen av doktrinen gällande fair use (tillåten användning) inom upphovsrätten, eller så letar de sätt för att kombinera skapandet av verk av fans med medias marknader. En vanlig vändning, nu på sistone, har varit att föreslå att fans som skapar verk ska, eller borde, skaffa licenser innan de skapar verken. När allt kommer omkring, argumenterar man, ser ju författare och andra typer av mediaskapare numera ofta det positiva värdet som finns i verk av fans och de skulle gladeligen ge sitt tillstånd till fans för att skapa verk. Så varför inte ha ett system med licenser för verk av fans, där upphovsrättshållarna ger fans tillåtelse att skapa verk, troligen i utbyte mot en avgift eller en del i vinsten ifall att ett fan vill kommersialisera sina verk?

    Så här är det: licensiering är, juridiskt sett, inte nödvändigt och det är av flera anledningar inte heller till någon fördel för fansen eller fankulturen.

    Licensiering är inte nödvändigt, i synnerhet för de fans som inte vill kommersialisera sina verk.

    Doktrinen gällande fair use (tillåten användning) inom amerikansk upphovsrätt är till fördel för icke-kommersiella transformativa verk. “Fair use”-doktrinen är ett undantag från upphovsrättslagstiftningen som ger allmänheten rätt att kunna basera verk på upphovsrättsskyddat material utan att för den sakens skull inkräkta på upphovsrätten.
    De faktorer som avgör huruvida ett verk faller under fair use och därmed inte inkräktar på upphovsrätten är: huruvida verket transformerar (förändrar) originalets mening eller syfte, huruvida det är kommersiellt eller icke-kommersiellt, i hur hög grad det kopierar originalet, samt om det kan ersätta originalet på marknaden. Eftersom kommersialitet är en av faktorerna som beräknas i analysen gällande fair use, så kommer de fans som vill försöka tjäna pengar på sina verk att bli hårdare juridiskt ifrågasatta, men om deras verk inte skapar konkurrens med originalet på marknaden kan det fortfarande anses vara fair use. Icke-kommersiella transformativa verk — till exempel den typen som finns på Archive of Our Own – AO3 (Vårt Eget Arkiv) — skyddas, generellt sett, från inkräktande på upphovsrätten av “fair use”-doktrinen.

    Licensiering inbjuder till censurering.

    Licensiering kräver att man antingen söker tillåtelse hos den som innehar upphovsrätten, eller att man skapar sitt verk enligt regler som upphovsrättsinnehavaren har satt. I ett tidigare inlägg, talade vi om hur Kindle Worlds licenssystem tillät Amazon att begränsa vad fans kan skapa i den miljön, och det är bara ett exempel. Verk av fans tillåter fans att ge uttryck för det som den ursprunglige skaparen inte uttryckte, och kanske skulle inte ens den mest fan-vänlige upphovsrättsinnehavaren tycka om allt vad dessa fans kan tänkas skapa. Licenshållare kan vilja att fansen ska “hylla historien som den är” och inte utforska de vinklingar som skulle göra den annorlunda. Och det tar också bort den frihet som gör verk av fans så levande, nyskapande, och till och med kritiska till originalverkens syn på sexualitet, hudfärg, politik, eller en mängd andra ämnen.

    Licensiering diskriminerar mot de som inte har stora resurser.

    Licensiering involverar generellt sett något slags finansiellt utbyte — att man betalar till upphovsrättsinnehavaren, ger delar av vinsten, eller blir skyldig upphovsrättsinnehavaren någon sorts betalning för varje verk som skapas eller för varje verk som möter vissa kriterier (som t ex uppnår en förbestämd summa i finansiell framgång). Även en låg avgift skapar ett hinder för kreativiteten som kan vara svårt att överkomma; särskilt för fans med små finansiella resurser, unga fans, samt kämpande konstnärer i början av sin karriär, varav många förlitar sig på att skapa verk som fans för att förbättra sitt kunnande.

    Licensiering skapar psykologiska och praktiska hinder för skapandet av verk av fans.

    Som Rebecca Tushnet, på OTW:s (Organisationen för Transformativa Verk) Juridiska kommitté, har sagt i flera år, så är kreativitet ofta spontan och oförutsägbar och om folk var tvungna att be om lov innan de skrev 500 ord om Harry Potter skulle de nog göra något annat istället. Det innebär att många verk av fans inte skulle skapas om det krävdes licenser. Detta hinder för skapande är särskilt högt för yngre fans och för de som tvivlar på sin politiska eller uttryckande kraft — just de som så ofta använder skapandet av verk för att upptäcka sig själva, ge svar på tal till kulturen, och kunna dra nytta av stödet som finns i fandom-gemenskapen.

    Licensiering underminerar fankulturen.

    Licensiering bjuder in till en kommersialisering av verk av fans och underminerar “gåvo-ekonomin” som sammanför många fans. Det gör skapandet av verk till en transaktion istället för en konversation, och det stör ekosystemet inom fandom.

    Licensiering skadar lagen.

    Sist men inte minst skulle ett utbrett krav på licenser kunna förvränga synen på doktrinen om fair use, som uttryckligen (och viktigt för yttrandefriheten) undantar fair use från licensbehov, och som redan existerar för att kunna ge fans möjlighet att skapa verk. Vissa domstolar har vidhållit att när en marknad för licenser existerar, så minskar ett uteblivet licensinnehav troligen chansen till att ett användande skulle anses vara tillåtet. Även när en licensemarknad finns — som vi såg tidgare — erbjuds inte den sorts frihet som “fair use”-doktrinen är utformad för att ge.

    Dessa är bara några av de anledningar till varför OTW inte stödjer steget mot en licensiering av verk av fans. För att läsa fler av OTW:s åsikter om det juridiska ramverket för verk av fans och nackdelarna med ett licenssystem, läs det här dokumentet vi har skrivit (på engelska) där vi talar om varför alla eventuella ändringar i upphovsrättslagen borde gynna friheten att skapa transformativa verk.

    OTW:s Juridiska kommitté arbetar alltid för fans och fandom. De arbetar för att försäkra att våra röster hörs och finns representerade i de diskussioner som rör upphovsrättsreformer och de svarar gärna på frågor och funderingar från fans.

  • Дело против лицензирования фан-работ

    By Ridicully on Thursday, 6 November 2014 - 8:22pm
    Message type:

    lBanner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    С тех пор, как фан-работы стали более популярны и концепция создания фан-работ стала мейнстримом – тема легальности фан-работ распространилась в средствах массовой информации и блог постах. Некоторые такие истории отражают весьма запутанное и просто-напросто неправильное понимание закона о защите прав авторов в США. Писатели, особенно те, которые уделяют больше внимания недавним примерам превращения фан-работ в источник коммерческой прибыли, игнорируют или не придают особого значения доктрине о добросовестном использовании авторских прав, или ищут способы объединить создание фан-работ с рынком средств массовой информации. В последнее время предлагается, чтобы создатели фан-работ могли или должны были получать разрешение прежде, чем создавать фан-работы. В конце концов, есть такой аргумент, что многие авторы и другие создатели медиа-работ признают ценность фан-работ и были бы только рады дать свое разрешение фанатам создавать фан-работы. Так почему бы не создать больше лицензионных законов для фан-работ? Скорее всего взамен на плату или разделение дохода с автором, если фанаты захотят, чтобы их фан-работы стали источником прибыли.

    Сейчас мы объясним, почему лицензирование не следует легализовывать и почему оно не является подходящим для фанатов и фан-культуры:

    Лицензирование не требуется, особенно тем фанатам, которые не хотят использовать свои работы в коммерческих целях.

    Доктрина США о добросовестном использовании авторских прав одобряет некоммерческие трансформационные работы. Эта доктрина является исключением из нарушений авторских прав, и это дает людям право основывать свои произведения на работах, охраняемых законом об авторском праве, не нарушая авторских прав. Рассматриваемые факторы, определяющие, не нарушает ли работа закон об авторском праве, включают в себя следующее: насколько она трансформирует значение или смысл оригинала, коммерческая она или некоммерческая, как много работа копирует из оригинального источника и является ли она заменой оригиналу на рынке. Так как коммерческое использование работы является одним из важных факторов анализа добросовестного использования оригинала, фанаты, которые хотят заработать на своих фан-работах, сталкиваются со сложными юридическими вопросами, но если их работы не создают конкуренцию на рынке оригиналу, они могу продолжать свою деятельность. Но некоммерческие трансформационные работы, например, расположенные на Archive of Our Own – AO3 (Наш архив), защищены от посягательств доктриной добросовестного использования.

    Лицензирование ведет к цензуре.

    Лицензирование требует разрешения от правообладателя, или создания работы в соответствии с набором разрешений, изложенных автором оригинала. В прошлом посте мы обсуждали, как система лицензирования Kindle Words (Киндл Вордз) разрешает Amazon (Амазону) ограничивать то, что могут создавать фанаты в этой обстановке, и это только один из примеров. Фан-работы дают возможность фанатам выразить то, чего не сделал оригинальный автор, и даже самым дружественным правообладателям может не понравиться то, что некоторые фанаты хотят создать. Схемы лицензирования могут предлагать, чтобы фанаты "радовались истории такой, какая она есть", а не изучали разные пути, по которым она могла бы развиваться иначе. Но это лишает той свободы, которая делает фан-работы такими живыми, новаторскими и даже потенциально критичными к подходу оригинала к темам секса, расовым, политическим и многим другим.

    Лицензирование дискриминирует тех, у кого мало ресурсов.

    Лицензирование так же включает в себя финансовый обмен. Нужно платить часть дохода правообладателю или быть должным какой-либо другой вид оплаты, либо за каждую конкретную работу, либо за работы, которые соответствуют каким-то критериям. Чаще всего таким, как достижение заранее оговоренного финансового успеха. Даже небольшая плата создает барьер для создания, что может негативно сказаться на фанатах с малыми финансовыми возможностями, молодых фанатах и пробивающихся художниках, многие из которых опираются на создание фан-работ для оттачивания своих навыков.

    Лицензирование создает психологические и практические барьеры для создания фан-работ.

    Как представитель комитета Права OTW (Организация Трансформационных Работ) Rebecca Tushnet (Ребекка Тушнет) говорила многие годы, творчество очень часто спонтанно и непредсказуемо, и если бы людям приходилось спрашивать разрешение, прежде чем написать 500 слов о Гарри Поттере, они занялись бы чем-нибудь другим. Это означает, что многие фан-работы не будут созданы в рамках системы лицензирования. Этот барьер для создания работ особенно силен для молодых фанатов и тех, кто сомневается в своих политических силах и в выразительности – тех, кто наиболее часто использует фан-работы для того, чтобы обнаружить себя: разговаривая с представителями культуры, получая поддержку фан-сообществ.

    Лицензирование подрывает фан-культуру.

    Лицензирование приглашает коммерциализацию фан-работ и подрывает фандомную дарономику, которая сближает многих фанатов. Это превращает создание фан-работ в сделку, а не в беседу, и вредит фанатcким экосистемам.

    Лицензирование вредит закону.

    И самое главное – существование широкого лицензирования для некоторых видов фан-работ может деформировать представление о доктрине добросовестного использования, которая ясно (в рамках свободы слова!) освобождает от нужды лицензирования и уже предоставляет среду для создания фан-работ. Некоторые суды считают, что при существующем рынке лицензирования невозможность обрести разрешение сделает использование куда менее добросовестным. Но даже когда эти рынки существуют, как мы видели выше, они не обеспечивают свободу, которую предоставляет доктрина о добросовестном использовании.

    Это лишь несколько примеров того, почему OTW не поддерживает движение лицензирования фан-работ. Для более подробной информации о взглядах OTW на правовую основу фан-работ и недостаках режимов лицензирования взгляните на созданный нами документ (на английском языке), который говорит о том, почему любое изменение в законе об авторском праве должно быть в пользу свободы создания трансформационных работ.

    Комитет Права OTW работает от имени фанатов и фандома, чтобы убедиться, что наши голоса представлены в дискуссиях о реформе авторского права и они готовы ответить
    на индивидуальные вопросы фанатов.

  • O caso contra o licenciamento de obras de fãs

    By Ridicully on Thursday, 6 November 2014 - 8:22pm
    Message type:

    lBanner by Erin of a spotlight on an OTW logo with the words 'Spotlight on Legal Issues'

    Conforme obras de fãs se tornam mais populares e o conceito da sua criação se torna mais popular, sua legalidade tem se tornado um tópico recorrente na mídia e em blogs. Alguns desses artigos apresentam uma visão falha ou mesmo completamente incorreta do direito autoral norte-americano, ignorando ou minimizando — principalmente ao tratar de recentes exemplos de obras de fãs "comercializadas" — a doutrina de fair use (uso razoável) de copyright, ou buscando formas de conciliar a criação de obras de fãs com os interesses dos mercados de mídia. Um tópico comum ultimamente tem sido sugerir que criadorxs de obras de fãs podem — ou devem — obter licenças antes de criar suas obras. Afinal de contas, dizem, muita gente que escreve ou cria mídia hoje reconhece o valor positivo de obras de fãs e ficaria feliz em dar permissão para fãs criarem obras. Então por que não ter mais regimes de licenciamento para obras de fãs, em que detentorxs de direitos autorais concedem a fãs permissão para criar obras, provavelmente em troca de uma taxa ou de uma parcela dos ganhos caso queiram comercializar suas obras?

    Aqui vai uma explicação do porquê: licenciamento não é legalmente necessário ou favorável para fãs ou para a cultura de fãs, por uma série de razões.

    O licenciamento é desnecessário, especialmente para fãs que não querem comercializar suas obras.

    A doutrina de fair use no copyright norte-americano é favorável a obras transformativas não comerciais. A doutrina de fair use é uma exceção à violação de direitos autorais, que confere a alguém o direito de basear sua obra em outras obras que estejam sob copyright sem que esse ato infrinja os direitos conexos a elas. Os fatores que determinam se uma obra constitui hipótese de fair use — isto é, de uso que não viola o copyright alheio — incluem considerar se a obra transforma o significado ou a finalidade do original, se ela tem fim comercial ou não, o quanto ela copia do original e se ela ocupa o mesmo lugar da original no mercado. Já que uso comercial é uma consideração que compõe a análise de fair use, fãs que queiram ganhar dinheiro com suas obras enfrenta uma questão legal mais difícil; contudo, se suas obras não estiverem em competição no mercado com a original, elas ainda podem constituir hipótese de fair use. Porém, obras transformativas não comerciais — o tipo que é hospedado no Archive of Our Own - AO3 (Nosso Próprio Arquivo), por exemplo — são no geral protegidas de serem consideradas violações do copyright, de acordo com a doutrina do fair use.

    O licenciamento abre caminho para a censura.

    O licenciamento exige que ou se busque permissão de detentorxs dos direitos à obra ou se crie cada obra de acordo com as permissões especificadas por detentorxs. Em umpost anterior, discutimos como o sistema de licenciamento do Kindle Worlds permite que a Amazon restrinja o que fãs podem criar nele, e isso é só um dos exemplos. Obras de fãs oferecem a fãs o espaço para se expressarem de uma forma que criadorxs originais não expressaram, e mesmo detentorxs de direitos que tenham atitudes amigáveis em relação ao fandom podem não gostar de tudo o que fãs queiram criar. Regimes de licenciamento podem demandar que fãs "celebrem a história do jeito que ela é", e que não explorem jeitos em que ela pode vir a ser diferente. Mas isso restringe a liberdade que faz com que obras de fãs sejam tão vibrantes, inovadoras e mesmo críticas da abordagem da obra original sobre sexualidade, raça, política e diversos outros tópicos.

    O licenciamento discrimina contra quem tem menos recursos.

    O licenciamento geralmente envolve também uma troca financeira — o pagamento a detentorxs de direitos autorais, compartilhando dividendos ou devendo algum tipo de recompensa por cada obra ou por obras que atendam a critérios predeterminados (como alcançar um patamar predeterminado de sucesso financeiro). Mesmo uma pequena taxa cria uma barreira à criação que pode ser particularmente prejudicial para fãs com menos recursos financeiros, fãs jovens e artistas que estão começando a carreira ou enfrentando dificuldades, muitxs dxs quais dependem da criação dessas obras para aprimorar suas habilidades.

    O licenciamento cria barreiras psicológicas e práticas para a criação de obras de fãs.

    Como Rebecca Tushnet, integrante do Jurídico da OTW (Organização para Obras Transformativas), vem dizendo há anos, a criatividade é frequentemente espontânea a imprevisível, e se pessoas têm de pedir permissão para escrever uma fic de 500 palavras sobre Harry Potter, vão acabar indo fazer alguma outra coisa. Isso significa que sob um regime de licenciamento, muitas obras de fãs simplesmente não serão criadas. Esta barreira à criação é especialmente forte para fãs mais jovens ou que duvidam de seu poder político ou de expressão: exatamente as mesmas pessoas que com mais frequência usam essas obras para se descobrir ou abrir diálogos com a cultura vigente e que mais se beneficiam do suporte existente em comunidades de fãs.

    O licenciamento prejudica a cultura de fãs.

    O licenciamento abre espaço para a comercialização de obras de fãs e compromete a "cultura de doação no fandom" que aproxima tantxs fãs. Ele transforma a criação de obras em uma transação ao invés de uma conversa e perturba ecossistemas do fandom.

    O licenciamento prejudica o Direito.

    Por fim, um ponto muito importante: a existência de licenciamento amplamente utilizado para determinados tipos de obras de fãs pode distorcer a compreensão da doutrina do fair use, que determina explicitamente — o que é muito importante para preservar a liberdade de expressão — não ser necessária a obtenção de licença para criação sobre fair use e que já existe para garantir um respaldo legal para a criação de obras de fãs. Alguns tribunais têm declarado que, havendo um mercado de licenciamento, a não obtenção de licença dificulta com que aquele caso concreto seja considerado hipótese de fair use. Mas mesmo quando mercados de licenciamento existem — como vimos acima — eles não oferecem o tipo de liberdade que a doutrina do fair use protege.

    Essas são apenas algumas razões pelas quais a OTW não apoia o licenciamento de obras de fãs. Para saber mais sobre as opiniões da OTW sobre o arcabouço legal para obras de fãs e as desvantagens de regimes de licenciamento, consulte o documento que redigimos (em Inglês) sobre por que qualquer alteração em direitos autorais deve favorecer a liberdade de criar obras transformativas.

    O comitê Jurídico da OTW trabalha em nome de fãs e do fandom para se certificar de que nossas vozes sejam representados em discussões sobre a reforma de copyright e a equipe está sempre disponível para responder perguntas de fãs.

Pages

Subscribe to Legal Advocacy