Penggalangan Keanggotaan Organisasi untuk Karya Transformatif, 12 - 18 Oktober 2017

Terima Kasih!

Mengingat penggalangan dana Oktober 2017 telah berakhir, kami dari OTW (Organisasi Untuk Karya Transformatif) ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua yang telah berpartisipasi, baik dengan memberikan donasi atau pun menyebarkan beritanya. Anda telah membantu menjadikan proyek kami tumbuh kuat, dan kami sangat bersyukur akan hal tersebut! Kami juga ingin memberikan penghargaan pada usaha tidak kenal lelah dari para relawan yang telah bekerja di balik layar demi keberhasilan penggalangan ini dan semua kegiatan organisasi lainnya. (lebih…)

Penggalangan Keanggotaan Organisasi untuk Karya Transformatif, 12 - 18 Oktober 2017

Melihat ke Depan

Seraya kita merayakan sepuluh tahun ke belakang OTW (Organisasi untuk Karya Transformatif), mari kita melihat ke masa depan juga. Berkat donasi Anda, ada jalan cemerlang di hadapan kita! Dukungan Anda yang berkelanjutan terus mendanai semua proyek-proyek kami, mulai dari Archive of Our Own – AO3 (Arsip Milik Kita) hingga wiki Fanlore, dari Transformative Works and Cultures – TWC (Karya dan Kultur Transformatif) ke tim Bantuan Hukum. Berikut ini sampel dari hal-hal yang dapat Anda nantikan dari beberapa proyek-proyek ini dalam waktu dekat: (lebih…)

Postingan Tamu OTW: Henry Jenkins

Dari waktu ke waktu, OTW (Organisasi untuk Karya Transformatif) akan memuat postingan tamu di akun Berita OTW kami. Para tamu ini akan memberikan sudut pandang luar mengenai OTW atau aspek-aspek fandom yang melibatkan proyek-proyek OTW. Postingan-postingan ini mengekspresikan pandangan pribadi setiap penulisnya dan tidak secara khusus merefleksikan pandangan dari OTW ataupun mewakili aturan OTW. Kami menyambut saran dari para penggemar untuk postingan tamu di masa depan, yang bisa diberikan sebagai komentar di sini atau dengan menghubungi kami secara langsung.

Henry Jenkins adalah salah satu dari akademisi media ternama yang mempelajari fandom. Bukunya yang terbit pada tahun 1992, Textual Poachers: Television Fans and Participatory Culture telah dibaca di seluruh dunia, dan telah menjadi salah satu referensi dasar di bidang studi penggemar. Ketika kami memintanya untuk menulis postingan tamu bulan ini dalam rangka hari jadi kesepuluh kami, dia membalas “Diminta untuk menjalankan peran ini adalah sebuah kehormatan.” Henry berbicara dengan kami tentang para penggemar, para pelajar, dan fandom.

Textual Poachers terus dibaca secara luas oleh para pelajar dan orang-orang yang ingin tahu tentang penggemar dan fandom, tetapi sejak itu Anda juga telah menulis banyak buku dan artikel. Apa hal tentang fandom yang menurut Anda paling banyak berubah sejak awal Anda terlibat, baik sebagai peneliti maupun sebagai partisipan?

Terkait fandom, dampak dari media digital telah menjadi penentu: memperluas jangkauan fandom, termasuk hubungan antar penggemar di seluruh dunia yang lebih baik; mempercepat respon penggemar dalam hal kemampuan untuk bereaksi secara aktual terhadap acara-acara favorit kita; menciptakan ruang tempat karya penggemar dapat tersebar lebih luas dalam budayanya (untuk hal yang lebih baik dan lebih buruk); mengenalkan budaya fandom pada usia yang lebih muda; serta meningkatkan pengaruh aktivis penggemar dalam berpendapat tentang acara-acara yang dibatalkan. (Tidak ada contoh yang lebih baik dari kelanjutan seri Timeless pada musim semi terakhir ini).

Dalam hal kajian akademik tentang fandom, kami telah menyaksikan kemunculan sebuah subbidang penelitian baru, yang memiliki konferensi dan organisasi profesionalnya sendiri, jurnalnya sendiri (termasuk Transformative Works and Cultures – TWC (Karya dan Kultur Transformatif)), jaringan penerbitnya sendiri, mata kuliahnya sendiri, dsb. Kira-kira pada tahun depan, akan ada setidaknya empat antologi akademik besar yang dikhususkan untuk pemetaan studi fandom, mencerminkan munculnya suatu generasi peneliti baru dan mewakilkan inovasi-inovasi dalam berbagai bidang, terutama dalam hal studi fandom yang pada akhirnya menangani isu tentang ras.

(lebih…)