Surat dan Komentar Kebijakan

Juni 2018 Komentar kepada Parlemen Kanada sebagai bagian dari tinjauan reguler Kanada mengenai Peraturan Hak Cipta mereka.

Pada Juni 2018, Komite Hukum OTW mengajukan komentar kepada Parlemen Kanada sebagai bagian dari tinjauan reguler Kanana mengenai Peraturan Hak Ciptanya. OTW, berdasarkan cerita dari para penggemar Kanada, berargumen bahwa pengecualian dalam Fair Dealing and User Generated Content Kanada sudah efektif dan bermanfaat secara sosial.
Juni 2017 Komentar kepada Perwakilan Perdagangan AS Terkait Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara

Dengan dimulainya proses negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) oleh Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Komite Hukum OTW menganjurkan proses negosiasi terbuka dan transparan dan menekankan pentingnya memasukkan pengecualian dan batasan seperti penggunaan wajar dalam ketentuan apapun tentang perlindungan kekayaan intelektual.

Maret 2017 Komentar kepada Kantor Hak Cipta Terkait Hak Moral Atribusi dan Integritas

Pada tanggal 30 Maret 2017, Komite Hukum OTW menyerahkan sebuah respon terhadap permintaan Kantor Hak Cipta AS mengenai komentar terkait apakah AS harus mengadopsi hukum tambahan yang menuntut para penulis diidentifikasi dalam hubungan dengan karya-karya mereka (dikenal sebagai hak “atribusi”) dan menuntut izin seorang penulis untuk membuat perubahan terhadap karya berhak cipta (dikenal sebagai hak “integritas”). Secara bersamaan, kedua hal tersebut dikenal sebagai “hal moral”. OTW berargumen bahwa hak integritas akan mencederai kebebasan berekspresi, dan meskipun secara umum norma atribusi sering kali menguntungkan dan umum di dalam komunitas penggemar, mereka tidak seharusnya diberikan kekuatan hukum. Sebagai gantinya, hak atribusi dilindungi secara baik oleh hukum kontrak, hak hukum tambahan tidak akan cocok untuk bentuk umum dari kreasi kolektif dan sekuensial, dan variasi luas dari norma atribusi dalam komunitas yang berbeda-beda (misalnya, fandom, akademis, pembuatan film, dan periklanan) mendemonstrasikan bahwa komunitas individual harusnya diperbolehkan untuk menentukan waktu dan cara terbaik menerapkan atribusi.

Februari 2017 Komentar Lanjutan ke Kantor Hak Cipta Terkait DMCA Pasal 512

Sebagai lanjutan dari komentar bulan Maret 2016, Komite Hukum OTW menjawab pertanyaan dari Kantor Hak Cipta terkait provisi ketentuan pemberitahuan dan penarikan konten di Pasal 512 DMCA AS. Diantara semuanya, OTW mengambil pengalamannya dalam mengoperasikan Archive of Our Own – AO3 (Arsip Milik Kita) dan pengalaman anggotanya menangani pemberitahuan penarikan untuk menonjolkan cara-cara yang telah bekerja baik di sistem yang sekarang dan cara-cara yang dapat ditingkatkan kembali.

Oktober 2016 Komentar kepada Singapura

Pada tanggal 23 Oktober 2016, Komite Hukum OTW mengajukan komentar kepada pemerintahan Singapura sebagai jawaban terhadap sebuah Konsultasi Publik atas proposal perubahan peraturan hak cipta Singapura. Kami menekankan keuntungan-keuntungan dari sebuah peraturan hak cipta yang seimbang dengan sebuah penggunaan doktrin yang kuat dan adil yang mengizinkan pembuatan karya transformatif non-komersil tanpa izin, dan menyarankan kemungkinan adanya pengecualian “konten yang dibuat pengguna” pada proteksi hak cipta untuk memperbesar penggunaan wajar. Kami menarik pengalaman kami dalam mendapatkan pengecualian atas provisi “anti-sirkumvensi” DMCA untuk mendiskusikan proposal Singapura terkait “langkah-langkah proteksi teknis: untuk karya dengan hak cipta. Kami juga mendorong Singapura untuk mengadopsi peraturan sederhana dan konsisten terkait durasi dari perlindungan hak cipta, mendiskusikan keuntungan dan kerugian dari memberikan penulis sebuah hak atribusi, serta mendiskusikan proposal untuk menghadapi karya “yang ditinggalkan” yang pemilik hak cipta nya tidak mudah untuk diidentifikasi.

Komentar kepada Kantor Hak Cipta AS Juni 2016

Pada 24 Juni 2016, OTW bersama EFF dan Profesor Eric Goldman mengajukan komentar pada Kantor Hak Cipta AS sebagai jawaban atas Pemberitahuan Pembuatan Aturan yang Diajukan (Notice of Proposed Rulemaking) yang membuat situs yang mengandalkan DMCA sebagai pelabuhan aman — seperti Arsip Milik Kita (AO3) — diharuskan memperbarui pendaftarannya setiap tiga tahun. Kami berpendapat bahwa peraturan ini dapat membahayakan penyedia layanan mikro dan memaparkan penyedia pada risiko hanya karena kelalaian kecil.

Komentar kepada Komisi Eropa Juni 2016

Komentar kepada Komisi Eropa April 2016

OTW menjelaskan bahwa meskipun sistem pemberitahuan penarikan konten dirancang untuk mempercepat serta menghemat biaya penegakan hak kepemilikan intelektual, “sangat penting bahwa penghematan ini tidak menghalangi bentuk ekspresi yang tidak melanggar hukum”. OTW juga mendesak Komisi Eropa mengakui bahwa kreativitas dan inovasi yang mengagumkan dapat muncul di sektor non-komersial serta meminta Komisi Eropa untuk tidak membuat aturan yang hanya dapat dipatuhi oleh perusahaan-perusahaan besar.

Komentar kepada Kantor Hak Cipta AS mengenai DMCA Pasal 512 Maret 2016

Menanggapi permintaan Kantor Hak Cipta AS, Komite Hukum OTW mengajukan komentar mengenai ketentuan pemberitahuan penarikan konten di Pasal 512 DMCA AS. OTW berargumen bahwa ketentuan tersebut jauh dari sempurna, tetapi menyediakan kerangka hukum penting yang memungkinkan kreativitas daring untuk berkembang. OTW mengingatkan Kantor Hak Cipta bahwa banyak pihak yang bergantung pada DMCA, seperti Arsip Milik Kita (salah satu proyek OTW), merupakan kelompok kecil, menjalankan secara manual dan individual tinjauan pemberitahuan penarikan konten, serta kekurangan sumber daya untuk mengawasi konten yang dibuat oleh pengguna guna memastikan pelanggaran tidak terjadi. OTW juga menekankan pentingnya mekanisme pencegahan dan hukuman bagi pemberitahuan penarikan konten yang tidak pada tempatnya serta mengidentifikasi kelemahan sistem kontra-notifikasi saat ini dalam melindungi pengguna yang tidak melanggar kebebasan berekspresi dan penggunaan wajar.

Komentar kepada Kantor Hak Cipta AS

Menanggapi permintaan komentar Kantor Hak Cipta AS, Komite Hukum OTW berpendapat bahwa pasal 1201 DMCA sifatnya berlebihan serta menghalangi kreasi dan inovasi dengan mencegah orang memotong pelindung teknologis pada materi yang dilindungi hak cipta, bahkan untuk keperluan yang tidak melanggar hak cipta, misalnya penggunaan wajar. Kami juga berpendapat bahwa prosedur pembuatan aturan setiap tiga tahun, yang dengannya kami berhasil memperoleh pengecualian untuk para pembuat video penggemar, terkesan menyulitkan dan mengajukan saran-saran perbaikan yang konkret.

Komentar kepada Komisi Eropa

Pada bulan Desember 2015, Komite Hukum OTW (Organisasi untuk Karya Transformatif) mengajukan komentar sebagai tanggapan atas permintaan komentar Komisi Eropa mengenai platform daring, perantara daring, dan komputasi awan. Komentar OTW menekankan bahaya pengaturan berdasarkan asumsi yang tidak benar bahwa semua perantara dan platform daring merupakan perusahaan komersial besar seperti Google dan eBay.

Komentar kepada Koordinator Penegakan Hak Kepemilikan Intelektual AS

Pada tanggal 16 Oktober 2015, OTW, bersama Public Knowledge, mengajukan komentar kepada Koordinator Penegakan Hak Kepemilikan Intelektual AS yang berasal dari Kantor Manajemen dan Anggaran sebagai tanggapan atas permintaan kantor tersebut akan komentar mengenai rencana penegakan hak kepemilikan intelektual. Komentar yang diajukan memberikan berbagai rekomendasi spesifik serta menekankan pentingnya mempertimbangkan kepentingan semua pihak, termasuk para pengguna yang dapat dirugikan oleh penegakan hak kepemilikan intelektual yang terlalu agresif.

Komentar OTW kepada Pemerintah Afrika Selatan

Sehubungan dengan proses perbaikan hukum hak cipta pemerintah Afrika Selatan, OTW mengajukan komentar yang mendukung pemerintah Afrika Selatan mengadopsi standar penggunaan wajar untuk menggantikan pengecualian hukum hak cipta mereka yang sempit dan tidak lagi sesuai. Seperti yang dijelaskan OTW di dalam komentar tersebut, kami percaya bahwa sangat penting “untuk membuat pemerintah menyadari keanekaragaman serta nilai penting komunitas-komunitas remiks non-komersial dan karya-karya yang mereka hasilkan, di Afrika Selatan maupun di seluruh dunia”. Penelitian empiris mengungkapkan bahwa kultur remiks merupakan fenomena global dengan berbagai karakteristik yang serupa di seluruh dunia”.

Surat kepada Kongres AS

Komite Hukum OTW, bergabung dengan koalisi organisasi, akademisi, serta para profesional hukum, mengirimkan surat kepada Kongres Amerika Serikat mengenai pentingnya ‘sistem hak cipta seimbang [yang] menguntungkan kreator, pengguna, dan inovator’ serta mendukung kebebasan berekspresi.

Pengajuan pada Artikel Diskusi Pemerintah Australia mengenai Pelanggaran Hak Cipta Daring

Komite Hukum OTW, bersama Creative Commons Australia, mengirimkan Pengajuan untuk Artikel Diskusi Pemerintah Australia mengenai Pelanggaran Hak Cipta Daring pada tanggal 5 September 2014, guna menolak proposal pemerintah Australia. Proposal tersebut memperluas definisi liabilitas “otorisasi” bagi penyedia layanan internet. Itu berarti, meskipun mereka tidak dapat menghentikan pelanggaran perorangan yang dilakukan oleh pengguna perorangan, mereka dapat mengubah pengoperasian layanan internet, misalnya dengan menutup akses internet pengguna yang dicurigai melanggar hukum atau membatasi aktivitas para pengguna.

Komentar kepada Komisi Eropa

Pada bulan Februari 2014, Komite Hukum OTW mendaftarkan OTW ke dalam Daftar Transparansi Uni Eropa dan mengajukan proposal kepada Komisi Eropa sebagai tanggapan atas permintaan Komisi Eropa untuk komentar terkait perbaikan hukum hak cipta Uni Eropa.

Komentar kepada PTO/NTIA

Pada bulan Oktober 2013, Administrasi Informasi dan Telekomunikasi Nasional (National Telecommunications and Information Administration (NTIA)) dan Kantor Paten dan Merek Dagang (Patent and Trademark Office (PTO)) AS meminta komentar publik mengenai berbagai masalah terkait aturan hak cipta, termasuk kerangka hukum pembuatan karya remiks. Para pengacara kami menggunakan berbagai cerita dari para penggemar untuk menjelaskan kepada kedua lembaga tersebut, yang kemungkinan akan mengajukan legislasi baru terkait hak cipta, mengapa perubahan hukum hak cipta seharusnya menjaga kebebasan pembuatan karya transformatif.

Staf Komite Hukum OTW, Rebecca Tushnet, juga tampil di panel mengenai Kerangka Hukum Karya Remiks dan diminta memberikan kesaksian kepada kedua lembaga tersebut terkait proses komentar publik yang sama pada tanggal 12 Desember 2013 (Rebecca Tushnet mulai berbicara di menit ke-33).

Ketua Komite Hukum OTW, Betsy Rosenblatt, mewakili OTW di pokja Green Paper Roundtable untuk menyusun kerangka hukum pembuatan karya remiks. Penampilannya pada tanggal 29 Juli dapat dilihat di video pagi dimulai pada 1:56:00.